Tugas VI “MANAJEMEN PEMASARAN”   Leave a comment

Nama   :           Mochamad Febi Habibie

NIM    :           43110010140

“MANAJEMEN PEMASARAN”

TUGAS VI

SOAL

  1. Apa tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengembangkan produk dan jasa baru?
  2. Apa struktur organisasi dan proses yang harus digunakan Manajer untuk mengelola pengembangan produk baru?
  3. Apa tahap utama dalam mengembangkan produk dan jasa baru?
  4. Apa cara terbaik untuk mengelola proses pengembangan produk baru?
  5. Apa faktor yang mempengaruhi tingkat difusi dan pemakaian konsumen terhadap produk dan jasa yang baru diluncurkan?

JAWABAN

  1. Tantangan dalam pengembangan produk baru dapat berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal).
  • Tantangan internal diantaranya biaya; SDM; fasilitas (peralatan) dan komitmen manajemen.
  • Tantangan eksternal diantaranya krisis multi dimensi; persaingan global; perkembangan teknologi (iptek) dan perkembangan tuntutan konsumen.

Beberapa karakteristik yang membuat pengembangan produk menjadi    menantang adalah:

1.Trade-offs :

Sebuah pesawat mungkin dapat dibuat lebih ringan, namun hal ini akan meningkatkan       biaya produksinya. Salah satu aspek yang paling sulit dari pengembangan produk          adalah mengenal, memahami, dan mengatur trade-off semacam ini untuk memaksimalkan keberhasilan sebuah produk.

2.Dinamis :

Proses pengembangan produk bisa menjadi sangat dinamis karena terkait dengan   berbagai isu eksternal antara lain: perkembangan teknologi, perubahan keinginan   konsumen, competitor, perubahan ekonomi makro, kebijakan pemerintah, dll.

3.Detail:

Pilihan antara penggunaan sekrup atausnapfits pada sebuahcasing bisa        mempengaruhi keuntungan milyaran rupiah. Dalam pengembangan sebuah produk,        bahkan yang sederhana sekalipun, bisa terjadi ribuan pengambilan keputusan    semacam ini.

4.Tekanan waktu:

Sebagian besar kesulitan akan mudah diselesaikan bila diberikan waktu yang cukup.          Namun sebuah project pengembangan produk umumnya tidak memiliki keleluasaan            waktu tersebut. Keputusan seringkali harus diambil segera tanpa informasi    yang cukup.

5.Ekonomi:

Pengembangan, produksi, dan menjual sebuah produk baru membutuhkan investasi             yang cukup besar. Untuk memperoleh hasil yang besar, produk tersebut harus di                 iterima baik oleh konsumen dan relatif tidak mahal untuk diproduksi.

2.      Struktur (model) Organisasi yang dapat digunakan manager, :

Struktur Sederhana :

Pemilik-Manajer membuat semua keputusan penting secara langsung dan mengawasi semua kegiatan, Sulit mempertahankan struktur ini ketika perusahaan tumbuh dalam hal ukuran dan kompleksitas.

Struktur Fungsional :

Satu tingkat di atas Struktur Sederhana, Cocok untuk perusahaan dengan usaha tunggal atau dominan, memungkinkan spesialisasi tugas : Produksi. Keuangan, Teknik, Akuntansi, Sales & Pemasaran, SDM. Mengatasi keterbatasan pemrosesan informasi pemilik/manajer tunggal. Kepala bagian fungsional bertanggung jawab kepada CEO yang menggabungkan keputusan dan tindakan dari sudut pandang perusahaan secara keseluruhan.

Struktur Multi-Divisional :

Tiap divisi beroperasi sebagai usaha yang terpisah, Cocok untuk related-diversified businesses, Tugas kunci manajer perusahaan adalah memanfaatkan sinergi antar divisi, Manajer menggunakan kombinasi pengawasan stratejik dan keuangan, Manajer berusaha menemukan keseimbangan antara:

Persaingan antar divisi untuk memperoleh sumber kapital yang langka dan,

Menciptakan peluang kerja sama untuk mengembangkan sinergi, Tujuannya adalah untuk memaksimalkan kinerja keseluruhan perusahaan

Model-Tradisional

Model struktur tradisional secara esensial adalah piramid. Piramit dapat menunjukan suatu kombinasi hirarki berbagai modul yang didasarkan pada konsep-konsep desain organisasi tradisional. Masing-masing tingkatan hirarkis menggambarkan segmen struktur (satuan kerja, departemen, divisi, bagian, dan sebagainya) dan hubungan-hubungan pekerjaan atasan-bawahan.

Model-Hubungan Manusiawi, :

Model hubungan manusiawi secara eksplisit mengakui bahwa orang tidaklah selalu bertindak persis segaris dengan posisi-posisi dan hubungan-hubungan menurut struktur formalnya. Walaupun model hubungan manusiawi mengukapkan ketidak sempurnaan tetapi struktur hubungan manusiawi tidak menyarankan struktur hubungan manusiawi tidak menyarankan struktur formalnya dimodifikasi.

Model-SumberDayaAlam
Konsep model sumber daya manusia ini mencoba memaksimumkan fleksibilitas baik dalam maupun di antara posisi-posisi yang berinteraksi. Hubungan peranan atasan dan bawahan tersebut telah digambarkan oleh Likert, dimana suatu organisasi yang efektif sebagai sesuatu yang terbentuk dari kelompok yang saling mengkait, dengan melalui bermacam-macam posisi.Struktur organisasi lainnya yang segaris dengan implikasi sumber daya manusia dan menganut rangkaian fungsional silang, Likert adalah tim proyek(proct team) struktur ini biasa digunakan dalam organisasi yang mempunyai teknologi tinggi.

Proses untuk mengelola pengembangan Produk Baru

  • Pemunculan Ide – Idea Generation

Proses pengembangan produk baru berawal dari pencarian ide. Ide produk             baru     dapat berasal dari sejumlah sumber, misalnya departemen riset dan            pengembangan,           konsumen, ilmuwan, pesaing, karyawan (terutama           wiraniaga), anggota saluran    distribusi (distributor), dan manajemen puncak.

  • Tahap Penyaringan Ide – Screening

Tahap penyaringan ide terdiri atas sejumlah aktivitas yang dirancang untuk mengevaluasi suatu konsep produk baru. Konsekuensinya, akan ada banyak konsep baru yang dieliminasi dalam tahap ini

  • ·         Pengembangan Produk – Product Development

Ide-ide yang menarik harus disempurnakan menjadi konsep produk yang dapat diuji. Ada perbedaan antara ide produk, konsep produk, dan citra produk. Yang dinamakan ide produk adalah produk yang mungkin ditawarkan perusahaan ke pasar. Konsep produk merupakan versi yang lebih rinci dari suatu ide yang dinyatakan dalam istilah yang dimengerti konsumen. Sedangkan citra produk ialah gambaran khusus yang diperoleh konsumen mengenai produk yang masih potensial ataupun yang sudah aktual

  • ·         Pengujian Pasar/Produk – Product Testing / Market Testing

Tujuan tahap ini adalah untuk:

(1) memberikan penilaian yang lebih rinci mengenai peluang sukses produk baru,
(2) mengidentifikasi penyesuaian-penyesuaian akhir yang dibutuhkan untuk produk,
(3) menetapkan elemen-elemen penting dalam program pemasaran yang akan digunakan untuk memperkenalkan produk di pasar.

  • ·         Analisis Bisnis – Business Analysis

Tujuan analisis bisnis adalah untuk mendapatkan gambaran sekomprehensif mungkin tentang dampak finansial yang dapat diperoleh dari memperkenalkan suatu produk baru.

  • ·         Komersialisasi – Commercialization

Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar.

3.      Tahapan-tahapan Utama Pengembangan PRODUK BARU :

  • Opportunity Identification (menganalisis peluang), Market definition (membuat uraian pasar) , Idea generation (ide untuk jangka panjang).
  • Design (membuat rancangan produk baru), Customer needs (kebutuhan/keinginan pelanggan), Sales forecasting, Product positioning (target/penempatan produk), Engineering, Marketing mix
  • Testing (menguji produk baru), Advertising (meng-iklankan produk), and product testing, Pretest and prelaunch forecasting, Test marketing
  • Introduction (memperkenalkan produk/jasa melalui promosi), Launch planning (rencana memunculkan suatu produk baru), Tracking the launch.
  • Life Cycle Management, Market response analysis, Competetive monitoring and defense, Innovation at maturity .

4,  Perusahaan dapat mengelola produk baru dengan cara, :

Sistem MAP, adalah cara yang sangat sederhana namun efektif pengorganisasian untuk inovasi produk baru dengan melihat berbeda pada keterampilan dan alat-alat yang sudah ada dalam setiap organisasi, tetapi terlalu sering kurang dimanfaatkan atau tidak digunakan sama sekali.

Elemen-elemen kunci meliputi:

  • M – untuk Ukur, Mengelola, dan Memotivasi
  • A – untuk Sikap yang menciptakan Budaya Cerdas-Mengambil Risiko
  • P – untuk Rencana, Proses, dan Orang

5.      Faktor yang mempengaruhi tingkat difusi dan pemakaian konsumen terhadap pemakaian atau penggunaan produk yang baru di luncurkan oleh suatu perusahaan, adalah,:

  1. a.         Kerumitan (complexity) : tingkat kesulitan yang teribat dalam pemahamanda
    penggunaan produk baru, maka makin rumit produk tersebut , dan makin    lamban proses             penyebarannya.
    b.         Kesesuaian (compatibility) : tingkat dimana suatu produk konsisten dengan            nilai yang ada dan dengan pengetahuan tentang produk , pengalaman    masa lalu , dan kebutuhan saat ini.
    c.         Keuntungan Relatif (relatif advantage) :                                                                    tingkat dimana produk tersebut dianggap lebih baik dari produk yang ada.
    d.         Pengamatan (observability) : tingkat dimana manfaat atau hasil lainnya dari            penggunaan produk dapat diamati oleh pihak lainnya dan dikonsumsikan ke       target   konsumen.
    e.         Dapat Dicoba (trialability) : tingkat dimana suatu produk dapat dicoba pada           batas tertentu.

Posted May 9, 2011 by mochachamo in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: