Tugas XII “MANAJEMEN PEMASARAN”   Leave a comment

Nama   :           Mochamad Febi Habibie

NIM    :           43110010140

“MANAJEMEN PEMASARAN”

TUGAS XII

SOAL

  1. Langkah apa saja yang tercakup dalam pengembangan program iklan ?
  2. Bagaimana seharusnya promosi penjualan dilakukan ?
  3. Apa pedoman/panduan untuk acara khusus (event) dan pengalaman pembangunan merek secara efektif ?
  4. Bagaiman cara perusahaan – perusahaan memanfaatkan atau mengeksploitasi potensi hubungan masyarakat dan pemberitaan ?

JAWABAN

1. Dengan langkah :

  • Manajer-manajer pemasaran harus selalu mulai dengan mengidentifikasi pasar sasaran dan motif pembeli.
  • Mengambil 5 keputusan utama dalam mengembangkan program iklan, yaitu
    • Mission (misi) : apa saja tujuan iklan tersebut.
    • Money (uang) : berapa banyak yang dibelanjakan/dikeluarkan.
    • Message (pesan) : pesan apa yang seharusnya disampaikan.
    • Media : melalai media apa saja yang akan digunakan.
    • Measurement (ukuran) : dampak dari 4M di atas bagi penjualan.

2. Dilakukan dengan :

  • Menawarkan insentif  untuk membeli, mencakup alat untuk promosi konsumen, seperti sampel, kupon, tawaran uang kembali, potongan harga, cindramata, hadiah, hadiah berlangganan, garansi, dll.
  • Dengan menetapkan tujuan utama, yaitu ;
    • Menetapkan tujuan : diperoleh dari tujuan promosi yang lebih luas, & dari tujuan pemasaran yang lebih mendasar yang dikembangkan untuk produksi tersebut. Bagi konsumen, tujuannya meliputi upaya mendorong pembelian unit-unit yang berukuran lebih besar, menciptakan pengujian produk diantara non-pemakai, menarik orang yang beralih merek dari pesaing.
    • Memilih alat promosi konsumen : dengan memperhitungkan jenis pasar, tujuan promosi penjualan, kondisi pesaing, dan efektifitas masing-masing alat.
    • Memilih alat promosi perdagangan : produsen menggunakan sejumlah alat promosi perdagangan seperti, potongan harga, tunjangan dana, & barang gratis.
    • Memilih alat promosi bisnis dan promosi tenaga penjualan : seperti, pameran dagang dan kovensi, kontes penjualan, iklan khusus.
    • Mengembangkan program : dengan menggabungkan beberapa media ke dalam suatu konsep kampanye total.
    • Pra-pengujian, implementasi, pengendalian dan evaluasi program, untuk menentukan apakah alat tersebut tepat, apakah besarnya insentif tersebut optiman dan apakah metode penyajiannya efisien.

3. Mencakup :

  • Memilih peluang untuk acara khusus,
  • Merancang program pensponsoran.
  • Mengukur kegiatan pensponsoran.
  • Mengidentifikasi pasar sasaran khusus/gaya hidup.
  • Meningkatkan kesadaran nama perusahaan/produk.
  • Menciptakan/mengukuhkan presepsi konsumen tentang asosiasi citra merek.
  • Meningkatkan dimensi citra perusahaan
  • Mengungkapkan komitmen pada komunitas/pada isu sosial.
  • Menghibur klien utama/mengimbali karyawan kunci.
  • Memungkinkan peluang perdagangan/promosi.

4. Dengan cara :

  • Melalui alat-alat utama dalam Humas Pemasarn seperti, terbitan, acara-acara, pemberian dana sponsor, berita, ceramah, kegiatan layanan masyarakat & media identitas.
  • Menetapkan tujuan pemasaran, dimana MPR (marketing public relations) membangun kesadaran dengan menempatkan berita di media untuk menarik perhatian orang pada suatu produk, jasa, orang, organisasi atau gagasan.
  • Memilih pesan dan saran, dengan manajer-manajer MPR mengidentifikasi atau mengembangkan cerita-cerita yang menarik untuk disampaikan tentang suatu produk tersebut.
  • Melaksanakan rencana dan mengevaluasi hasilnya, tiga pengukuran efektifitas MPR yang umum digunakan adalah jumlah paparan; perubahan kesadaran, pemahaman, sikap, & sumbangannya terhadap penjualan dan laba

Posted June 20, 2011 by mochachamo in Uncategorized

Tugas XI “MANAJEMEN PEMASARAN”   Leave a comment

Nama   :           Mochamad Febi Habibie

NIM    :           43110010140

“MANAJEMEN PEMASARAN”

TUGAS XI

SOAL

  1. Apa yang dimaksud dengan jaringan nilai dan sistem saluran pemasaran ?
  2. Tugas apa yang dilakukan saluran pemasaran ?
  3. Bagaimana saluran pemasaran dirancang ?
  4. Keputusan apa saja yang dihadapi perusahaan dalam mengelola saluran pemasaran ?
  5. Bagaimana perusahaan harus memadukan dan mengelola konflik saluran ?
  6. Apa isu kunci dan masa depan dalam e-commerce ?

JAWABAN

1. Jaringan Nilai ( Value Network ) adalah ssebuah sistem kemitraan dan aliansi yang diciptakan perusahaan untuk menyediakan, menambah, dan menghantarkan penawarannya

Sistem Saluran Pemasaran ( Marketing Channels ) : Merupakan perangkat saluran pemasaran khusus yang digunakan oleh sebuah perusahaan atau organisasi – organisasi yang saling tergantung yang tercakup dalam proses yang membuat produk atau jasa menjadi tersedia untuk digunakan/dikonsumsi.

2. Tugasnya adalah memindahkan barang dari produsen ke konsumen.

Dan memiliki fungsi sebagai fungsi informasi, komunikasi, negosiasi, pemesanan, keuangan, pembiayaan, pengambilan risiko, kepemilikan(distribusi) fisik, pembayaran, transfer dan hak milik dari barang dan jasa yang diinginkan.

3. Dengan cara :

  • Menganalisis Kebutuhan Konsumen atau Tingkat Output Jasa yang Dibutuhkan Konsumen, Sehingga Saluran Pemasaran Menghasilkan 5 Output Jasa, yaitu :

1)                Ukuran Lot, yaitu jumlah unit yang diijinkan saluran untuk dibeli oleh pelanggan umum dalam satu peristiwa.

2)                Waktu tunggu dan waktu pengiriman, yaitu rata-rata waktu tunggu pelanggan saluran untuk menerima barang.

3)                Kenyamanan Spasial, yaitu tingkat dimana saluran pemasaran membuat konsumen lebih mudah membeli produk.

4)                Keragaman Produk, yaitu tingkat dimana saluran pemasaran membuat konsumen lebih mudah membeli produk.

5)                Keragaman Produk, yaitu rentang pilihan yang disediakan oleh saluran pemasaran.

6)                Dukungan Layanan, yaitu jasa tambahan ( kredit, pengiriman, instalasi, perbaikan ) yang disediakan oleh saluran.

  • Menetukan Tujuan dan Hambatan

Pemasar harus menyatakan tujuan saluran mereka berdasarkan tingkat hasil jasa yang ditargetkan. Tujuan saluran bervariasi tergantung pada karakteristik produk.

  • Mengidentifikasi dan Mengevaluasi Alternatif Saluran Utama
    • Perusahaan dapat menggunakan alternatif saluran melalui 3 elemen, diantaranya :

1)      Jenis – jenis Perantara, yaitu perusahaan harus mengidentifikasi jenis – jenis perantara yang tersedia untuk melakukan pekerjaan salurannya.

2)      Jumlah Perantara, yaitu perusahaan harus memutuskan jumlah perantara yang akan digunakan pada setiap tingkat saluran.

3)      Syarat dan Tanggung Jawab Anggota Saluran, yaitu setiap anggota saluran harus diperlakukan dengan hormat dan memberikan peluang bagi saluran tersebut untuk menghasilkan keuntungan.

  • Mengevaluasi Alternatif Utama, masing – masing alternatif saluran perlu dievaluasi terhadap kriteria ekonomi, kriteria kendali, dan kriteria adaptif.

4.Keputusan dalam :

  • Memilih Anggota Saluran
  • Melatih dan Memotivasi Anggota Saluran
  • Mengevaluasi Anggota Saluran
  • Memodifikasi Rancangan dan Pengaturan Salur

5. Yaitu :

  • Perusahaan akan mengintegrasikan saluran dengan cara perusahaan membuat pemasaran multi saluran ( Multichannel Marketing ), artinya perusahaan menggunakan dua atau lebih saluran pemasaran untuk menjangkau satu atau lebih segmen pelanggan.

Pengelolaan konflik saluran yang efektif :

  • Penggunaan sasaran yang paling tepat, yaitu anggota – anggota saluran mencapai kesepakatan tentang tujuan mendasar yang dicari bersama, apakah itu kelangsungan hidup, pangsa pasar, mutu yang tinggi, atau kepuasan pelanggan.
  • Saling menukar orang – orang antara dua atau lebih tingkat saluran.
  • Dengan cara kooptasi, yaitu upaya dari salah satu organisasi untuk memperoleh dukungan pemimpin organisasi lainnya dengan menyertakan mereka dalam dewan penasehat, dewan direksi dan sejenisnya.
  • Mendorong keanggotaan bersama di dalam dan diantara perhimpunan-perhimpunan perdagangan
  • Dengan Diplomasi, yaitu masing – masing pihak mengirimkan seseorang atau sekelompok orang untuk bertemu dengan pihak lawan untuk menyelesaikan konflik.
  • Mediasi, artinya memilih pihak ketiga yang netral dan memiliki keahlian yang dapat mendamaikan kepentingan kedua belah pihak.
  • Arbitrasi, yaitu dua pihak setuju memaparkan permasalahan mereka kepada satu atau lebih arbitrator dan menerima keputusan arbitrator

6. Isu Kunci dalam e-commerce yaitu :

    1. Interaksi pelanggan dengan situs Web
    2. Pengiriman produk
    3. Kemampuan mengatasi masalah ketika masalah itu terjadi

Posted June 12, 2011 by mochachamo in Uncategorized

Tugas X “MANAJEMEN PEMASARAN”   Leave a comment

Nama   :           Mochamad Febi Habibie

NIM    :           43110010140

“MANAJEMEN PEMASARAN”

 

TUGAS  X

SOAL

  1. Bagaimana konsumen mengolah dan mengevaluasi harga ?
  2. Bagaimana seharusnya harga produk dan jasa ditetapkan untuk pertama kalinya ?
  3. Bagaimana seharusnya harga disesuaikan gunaa memenuhi berbagai lingkungan dan peluang yang berbeda-beda ?
  4. Kapan seharusnya suatu perusahaan melakukan perubahan harga ?
  5. Bagaimana seharusnya perusahaan menanggapi perubahan harga pesaing ?

JAWABAN

1.      Konsumen sering secara aktif memproses informasi harga, menginterpretasikan harga dari segi pengetahuan mereka berdasarkan pengalaman membeli sebelumnya. Memahami bagaimana konsumen sampai pada pemahaman mereka tentang harga merupakan prioritas pemasaran yang penting. Di sini kita mempertimbangkan tiga topik kunci yaitu  harga rujukan, kesimpulan harga-mutu, dan tujuan harga.

  • Harga rujukan

Riset telah menunjukkan bahwa konsumen memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang kisaran harga yang tercakup, agak mengherankan bahwa hanya sedikit yang mengingat harga spesifik dari produk-produk secara akurat. Ketika menguji produk, konsumen sering memanfaatkan harga rujukan. Pemikiran mengenai harga rujukan juga didorong dengan menetapkan harga tinggi yang disarankan pabrik, atau dengan menunjukkan bahwa produk itu diberi harga yang jauh lebih tinggi pada awalnya, atau dengan menunjukkan pada harga tinggi pesaing.

  • Kesimpulan harga mutu

Banyak konsumen menggunakan harga sebagai indikator mutu. Penetapan harga berdasarkan citra terutama efektif pada produk-produk yang peka terhadap ego seperti parfum dan mobil yang mahal. Ketika informasi alternatif tentang mutu yang benar tersedia, harga menjadi indikator mutu yang kurang signifikan.

  • Petunjuk harga

Persepsi konsumen tentang harga juga dipengaruhi oleh strategi penetapan harga alternatif. Banyak penjual yakin bahwa harga akan berakhir salam satu angka yang ganjil.

2.      Dengan memperhatikan :

Memilih tujuan penetapan harga.

Makin jelas tujuan suatu perusahaan, makin mudah menetapkan harga. Perusahaan dapat mengharapkan salah satu dari lima tujuan utama melalui penetapan harga: kelangsungan hidup, laba maksimum sekarang, pangsa pasar maksimum, menguasai pasar secara maksimum, atau kepemimpinan mutu produk.

  1. Kelangsungan hidup

Perusahaan dapat mengejar kelangsungan hidup sebagai tujuan utamanya jika terjadi kelebihan kapasitas, persaingan yang sengit, atau keinginan konsumen yang berubah-ubah. Kelangsungan hidup adalah tujuan jangka pendek.

  1. Laba maksimum sekarang

Perusahaan tersebut memperkirakan permintaan dan biaya yang terkait dengan harga alternatif dan memilih harga yang menghasilkan laba sekarang, arus kas, atau tingkat pengembalian investasi yang maksimum.

  1. Pangsa pasar maksimum

Perusahaan menetapkan harga yang paling rendah, dengan berasumsi bahwa pasar tersebut peka terhadap harga

  1.  Menguasai pasar secara maksimum

Perusahaan-perusahaan yang memperkenalkan teknologi baru lebih menyukai penetapan harga yang tinggi untuk menguasai pasar.

  1. Kepemimpinan mutu produk

Banyak merek berusaha keras untuk menjadi ”barang mewah yang dapat dihasilkan” – produk atau jasa yang bercirikan tinghkatan yang tinggi soal mutu, selera dan status yang dapat dirasakan, dengan harga yang cukup tinggi yang tidak di luar jangkauan konsumen.

Menentukan permintaan

Setiap harga akan menghasilkan tingkat permintaan yang berbeda dan karena itu mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap tujuan pemasaran suatu perusahaan. Dalam kasus biasa, permintaan dan harga berbanding terbalik: makin tinggi harganya, makin rendah permintaannya. Dalam kasus barang mewah, kadang-kadang harga naik dan malah penjualan akan makin banyak, bukan makin sedikit.

Memperkirakan biaya

Permintaan menentukan batas harga tertinggi yang dapat dikenakan perusahaan untuk produknya :

  • Jenis biaya dan tingkat produksi

Biaya-biaya perusahaan mempunyai dua bentuk, tetap dan variabel. Biaya tetap (fixed cost yang juga disebut overhead) adalah biaya-biaya yang tidak akan berbeda karena pengaruh produksi atau penjualan.

  • Produksi yang terakumulasi

Semakin berpengalaman dalam memprodukksi, metodenya akan membaik. Karyawan mempelajari cara kerja pintas, arus bahan makin mulus, biaya pembelian turun. Namun, penetapan harga berdasarkan kurva pengalaman mempunyai resiko besar. Penetapan harga yang agresif dapat memberi citra murahan kepada produk tersebut

  • Akunting biaya berdasarkan aktivitas

Biaya-biaya produsen akan berbeda-beda untuk masing-masing jaringan, dan labanya juga akan berbeda. Untuk memperkirakan profitabilitas sesungguhnya dalam bertransaksi dengan berbagai pengecer yang berbeda.

  • Penetapan biaya sasaran

Biaya berubah sejalan dengan skala produksi dan pengalaman. Pengurangan marjin laba yang diinginkan dari harga menghsilkan biaya sasaran yang harus dicapai.

Menganalisa biaya, harga, dan tawaran pesaing

Dalam rentang kemungkinan-kemungkinan harga yang ditentukan permintaan pasar dan biaya-biaya perusahaan, perusahaan harus memperhitungkan biaya, harga dan kemungkinan reaksi harga pesaing.

Memilih metode penetapan harga

Dengan adanya tiga C yaitu :

(1) jadwal permintaan pelanggan (customer’s demand schedule),

(2) fungsi biaya (cost function), dan

(3) harga pesaing (competitor’s price) – perusahaan kini siap memilih harga.

Perusahaan-perusahaan memilih metode penetapan harga yang menyertakan satu atau lebih diantara ketiga pertimbangan tersebut.

v Memilih harga akhir

Metode-metode penetapan harga mempersempit ruang gerak yang harus di gunakan perusahaan untuk memilih harga akhirnya.Perusahaan harus mempertimbangkan faktor-faktor tambahan.

3.      Perusahaan-perusahaan biasanya tidak menetapkan hanya satu harga, melainkan struktur penetapan harga yang mencerminkan perbedaan dalam permintaaan dan biaya geografis, tuntutan segmen pasar, waktu pembelian, tingkat pemesanan, frekwensi pengiriman, jaminan, kontrak perbaikan, dan faktor-faktor lainnya. Sebagai akibat dari pemberian diskon, potongan harga, dan dukungan promosi, suatu perusahaan jarang merealisasikan laba yang sama dari setiap unit yang dijualnya.

Beberapa strategi penyesuaian harga adalah:

  • Penetapan harga geografis

Penetapan harga geografis melibatkan perusahaan tersebut memutuskan bagaimana cara menetapkan harga produknya untuk pelanggan yang berbeda di lokasi dan negara yang berbeda.

  • Barter

Pertukaran barang secara langsung, tanpa uang dn tanpa keterlibatan pihak ketiga.

  • Kesempatan kompensasi

Penjual menerima sekian persen pembayaran dalam bentuk tunai, sisanya dalam bentuk produk

  • Persetujuan beli kembali

Penjual menjual pabrik, peralatan, atau teknologi kepada negara lain dan setuju menerima produk yang dihasilkan dengan peralatan yang dipasok tersebut.

  • Imbal beli

Penjual menerima pembayaran penuh dalam bentuk tunai, tetapi setuju menggunakan sebagian besar uang tersebut di negara tadi dalam kurun waktu yang ditetapkan.

  • Diskon dan potongan harga

Kebanyakan perusahaan akan menyesuaikan daftar harganya dan memberikan diskon dan potongan harga (discounts and allowances) untuk pembayaran yang lebih cepat, pembelian dalam jumlah besar, dan pembelian di luar musim. Manajemen penjualan perlu memantau proporsi pelanggan yang menerima diskon, diskon rata-rata, dan wiraniaga khusus yang terlalu mengandalkan pendiskonan. Manajemen tingkat tinggi harus melaksanakan analisis harga neto yang menghasilkan diskon, tetapi oleh banyak biaya lain.

  • Penetapan harga promosi

Perusahaan-perusahaan dapat menggunakan beberapa teknik penetapan harga untuk merangsang pembelian awal:

  • Penetapan harga pemimpin-rugi (loss-leaader pricing)

Pasar swalayan dan toko serba ada sering menurunkan harga untuk merek-merek yang sangat terkenal utnuk merangsang lalu-lintas penjualan selanjutnya. Hal ini akan berhasil jika pendapatan dari penjualan selanjutnya dapat menutupi marjin yang lebih rendah dair barang-barang pemimpin-rugi tersebut.

  • Penetapan harga peristiwa khusus (special event procing)

Penjual akan menetapkan harga khusus pada musim-musim tertentu untuk menarik lebih banyak pelanggan.

  • Rabat tunai (cash rebate)

Perusahaan-perusahaan mobil dan perusahaan-perusahaan barang konsumen lainnya menawarkan rabat tunai untuk mendorong pembelian produk-produk produsen dalam suatu kurun waktu yang telah ditentukan. Rabat dapat membantu menghabiskan persediaan tanpa memotong harga biasa yang telah ditetapkan.

  • Pembiayaan bunga rendah (low interest financing)

Alih-alih menurunkan harganya, perusahaan tersebut dapat menawarkan pembiayaan bunga rendah kepada pelanggannya. Produsen mobil telah mengumumkan pembiayaan tanpa bunga guna menarik pelanggan.

  • Masa pembayaran yang lebih lama (longer payment terms).

Penjual, khususnya bank hipotik dan perusahaan mobil, memperpanjang pinjaman untuk periode yang lebih lama dan dengan demikian menurunkan cicilan bulanan. Konsumen sering tidak begitu mencemaskan biaya (yaitu suku bunga) pinjaman dan lebih mencemasakan apakah mereka mampu membayar cicilan bulanannya.

  • Garansi dan kontrak perbaikan (warranty and service contract).

Perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan menambahkan garansi atau kontrak perbaikan gratis atau berbiaya rendah.

  • Diskon psikologis (psychological discounting)

Strategi ini melibatkan penetapan harga yang pura-pura ditinggikan dan kemudian menawarkan produk tersebut dengan penghematan yang lumayan besar.

4.      Situasi yang mengharuskan Perusahaan untuk menurunkan atau menaikkan harga.

  • Memulai penurunan harga

Beberapa keadaan mungkin menyebabkan perusahaan menurunkan harga. Salah satunya adalah kapasitas pabrik yang berlebihan. Perusahaan tersebut mungkin hanya mengandalkan penetapan harga agresif, tetapi dengan memulai penurunan harga, perusahaan tersebut mungkin akan memicu perang harga.

Perusahaan-perusahaan kadang-kadang memulai penurunan harga dalam rangka gerakan mendominasi pasar melalui biaya yang lebih rendah.Strategi penurunan harga mengandung kemungkinan jebakan:

  • Jebakan mutu rendah.

Konsumen akan menganggap bahwa mutu tersebut rendah.

  • Jebakan pangsa pasar rapuh.

Harga rendah merebut pangsa pasar, tetapi bukan kesetiaan pasar. Pelanggan yang sama akan beralih ke setiap perusahaan yang memberikan harga yang lebih rendah yang datang kemudian.

  • Jebakan dompet tipis.

Pesaing dengan harga yang lebih tinggi mungkin akan menurunkan harganya dan mungkin memiliki daya tahan yang lebih lama karena memiliki cadangan tunai yang lebih banyak.

  • Memulai kenaikan harga

Keberhasilan menaikkan harga dapat meningkatkan laba yang cukup besar. Keadaan utama yang menyebabkan kenaikan harga adalah inflasi biaya. Faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga adalah permintaan yang berlebihan.

Harga dapat dinaikkan dengan cara-cara berikut, masing-masing memiliki dampak yang berbeda terhadap pembeli.

  • Penundaan pengumuman harga (delayed quotation pricing)

Perusahaan tersebut tidak menetapkan harga akhir hingga produk itu selesai atau dikirimkan.

  • Klausula eskalator (escalator clause).

Perusahaan tersebut mengharuskan pelanggan membayar harga hari ini dan semua atau sebagian kenaikan inflasi yang terjadi sebelum pengiriman.

  • Pemisahan bagian (unbunding)

Perusahaan tersebut mempertahankan harganya, tetapi melepas atau menetapkan harga tersendiri untuk satu atau beberapa elemen yang tadinya merupakan bagian dari tawaran sebelumnya, seperti pengiriman dan pemasangan gratis. Perusahaan mobil kadang-kadang menambah rem antilock dan kantong udara samping penumpang sebagai pelengkap tambahan pada kendaraan mereka.

  • Pengurangan diskon

Perusahaan tersebut memerintahkan tenaga penjualannya untuk tidak lagi menawarkan diskon tunai dan diskon kuantitas seperti biasanya.

5.      Dengan beberapa cara :

  • Mempertahankan harga : Pemimpin tersebut dapat mempertahankan harga dan margin lanbanya .
  • Mempertahankan harga dan menambah nilai : Pemimpin tersebut dapat meningkatkan produk, layanan,, dan komunikasinya.
  • Menurunkan harga : Pemimpin tersebut mungkin menurunkan harganya
  • Menaikkan harga dan meningkatkanm mutu : Pemimpin tersebut mungkin menaikkan harganya dan memperkenalkan merek-merek baru untuk mengepung merek yang menyerang tersebut.
  • Meluncurkan lini penyerang berharga murah : Perusahaan tersebut mungkin akan menambahkan barang berharga murah ke lini tersebut atau menciptakan merek terpisah berharga murah.

Posted June 12, 2011 by mochachamo in Uncategorized

Tugas IX “MANAJEMEN PEMASARAN”   Leave a comment

Nama   :           Mochamad Febi Habibie

NIM    :           43110010140

“MANAJEMEN PEMASARAN”

TUGAS IX  

1. 10 contoh dari masing-masing kategori bauran jasa :

v        Barang berwujud murni : Tawaran yang hanya terdiri dari barang berwujud.           Tidak ada jasa yang menyertai produk ini.

Contoh :

1.)      Perlengkapan mandi, sabun, pasta gigi, shampo karena fungsinya untuk                     membersihkan tubuh, kepala & rambut akan tetapi berbentuk barang.

2.)      Sandal refleksi

3.)      Sofa pemijat, untuk memijat/merilekskan tubuh.

4.)      Alat – alat senam, matras untuk senam lantai.

5.)      Alat – alat fitnes, seperti barble untuk membentuk tubuh yang ideal(indah).

6.)      Tempat tidur berserta kelengkapannya, seperti bantal, guling dan bed                         cover atau selimut yang lembut untuk mendapatkan kenyamanan ketika                   beristirahat.

7.)      Alat – alat transportasi, sepeda, mobil, kendaraan bermotor dll.

8.)      Media cetak, seperti majalah, koran dan buku – buku.

9.)      Media elektronik, seperti televisi, radio, telpon dan handphone.

10.)  Obat-obatan, seperti bodrex untuk menyembuhkan sakit kepala, procold                     untuk flu, diapet untuk diare.

v        Barang berwujud yang disertai layanan(jasa) : Tawaran terdiri dari barang                  berwujud yang disertai dengan satu atau beberapa layanan.

Contoh :

1.)    Penjualan laptop yang disertai dengan layanan untuk instalasi atau perbaikan.

2.)    Penjualan mobil.

3.)    Pameran, pameran mobil, lukisan dll.

4.)    Jasa pengiriman barang, JNE & TIKI untuk mengirimkan barang sacara cepat sampai tujuan dengan ruang lingkup lintas negara

5.)    Jasa tukang pos

6.)    Jasa pemeliharaan taman(halaman rumah)

7.)    Kursus/pelatihan komputer

8.)    Pengisian bahan bakar (SPBU)

9.)    Jasa/pelatihan stir mobil

10.)  Jasa penyewaan busana.

v        Campuran : Tawaran yang terdiri dari barang atau jasa dengan proporsi yang sama/seimbang.

Contoh :

1.)    Toko Butik, karena ia membuat/memproduksi produk dan sekaligus melayani pelanggannya sendiri.

2.)    Restaurant (tempat makan) seperti KFC dan MC Donald

3.)    Rumah makan durian montong.

4.)    Taman buah, seperti taman buah Mekar Sari yang sekaligus menjual buah-buahan segar yang bisa langsung dipetik sendiri oleh pengunjung.

5.)    Kebun binatang.

v        Jasa utama yang disertai barang dan jasa tambahan : Tawaran yang terdiri dari satu jasa utama yang disertai jasa tambahan atau barang pendukung.

Contoh :

1.)    Dokter yang memberikan pelayanan kesehatan untuk mengobati pasiennya, kemudian ia memberikan obat ( sebagai barang pendukung) untuk para pasiennya.

2.)    Layanan transportasi udara,

3.)    Hotel yang menyewakan atau menyediakan tempat untuk beristirahat dengan tawaran mendapatkan makanan gratis.

4.)    Jasa tata rias/make-up, untuk mendapatkan penampilan yang indah.

5.)    Jasa pencucian mobil.

6.)    Jasa laundry (pencucian pakaian)

7.)    Kost-kostan, kontrakan

8.)    TPU, jasa penguburan.

9.)    Tempat bermain anak-anak, seperti Time Zone.

10.) Jasa cleaning service

v        Jasa murni : Tawaran yang haya terdiri dari jasa.

Contoh :

1.)    Jasa potong rambut

2.)    Babysitter (penjaga bayi)

3.)    Jasa memijat

4.)    Jasa psikoteraphy

5.)    Jasa body guard

6.)    Jasa pengobatan alternatif, seperti pengobatan melalui aura atau tenaga dalam yang disalurkan oleh orang pinter (yang memiliki indra ke-6).

7.)    Buruh

8.)    Servent (PRT)

2. Generalisasi jasa,

v        Jasa berbasis peralatan & berbasis orang.

Contoh :

1.)    Pencucian mobil otomatis

2.)    Mesin penjual minuman

3.)    Mesin penjual makanan (snack ringan)

4.)    Jasa mencuci/membersihkan jendela gedung-gedung bertingkat.

5.)    Jasa akuntan.

v        Jasa berbasis kehadiran klien.

Contoh :

1.)    Dokter, karena ketika membedah, mengoperasi, memeriksa, untuk menyembuhkan pasien perlu kehadiran pasiennya.

2.)    Salon kecantikan

3.)    Jasa potong rambut

4.)    Jasa pemijatan

5.)    Jasa prikoteraphy

v        Jasa berbasis pemenuhan kebutuhan perorangan (jasa personal)/(jasa bisnis):

Contoh :

1.)    Dokter menetapkan harga yang berbeda untuk para pasiennya sesuai dengan penyakit yang diderita dan kemampuan/daya bayar pasien.

2.)    Jasa baby sitter

3.)    Buruh

4.)    Servent / PRT

5.)    Bisnis penjualan motor secara lelang

v        Jasa berbasis tujuannya (laba atau nirlaba)/(kepemilikan swasta atau pemerintah) :

Contoh :

1.)    Rumah sakit investor swasta, seperti RS SILOAM

2.)    Rumah sakit yayasan amal swasta

3.)    Rumah sakit pemerintah, RSPAD Gatot Subroto untuk para veteran.

3. Strategi memasarkan jasa :

v        Pemasaran Eksternal : Menggambarkan pekerjaan normal yang dilakukan oleh perusahaan untuk menyiapkan, memberi harga, mendistribusikan dan mempromosikan suatu jasa pada konsumen.

Contoh :

1.)    Promosi meng-iklankan via internet dengan membuat website.

2.)    Meng-iklankan melalui media elektronik, seperti iklan di televisi.

v        Pemasaran Internal : Menjelaskan pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan untuk melatih dan memotivasi pegawainya agar melayani pelanggan dengan baik.

Contoh :

1.)    Pelatihan dan pengembangan karyawan malalui kursus/pelatihan yang sesui dalam masing-masing bidang pekerjaan, dikhususkan untuk para karyawan yang memiliki keahlian yang kurang.

2.)    The Community Hospital di Radford, Illnois, menyediakan dana $10,000 yang siap dibayarkan kepada pasien yang mengajukan keluhan yang masuk akal mulai dari makanan dingin hingga terlalu lama menunggu di ruang gawat darurat. Itu merupakan “pancingan” karena sisa uang yang tidak terpakai hingga akhir tahun akan dibagikan kepada para pegawai rumah sakit itu. Rencana itu menambah insentif yang luar biasa bagi para staf untuk memperlakukan pasien dengan baik.

v        Pemasaran Interaktif : Menggambarkan keahlian pegawai dalam melayani klien.

Contoh :

1.)    Charles Schwab, pialang terbesar obligasi diskonto A.S. utama menggunakan Web untuk menciptakan suatu kombinasi inovatif antara jasa sentuhan tinggi dan teknologi tinggi.

2.)    Aramark, jasa berbasis makanan katering untuk rumah sakit-rumah sakit yang terdapat di Philadelphia, dengan menciptakan basis data yang menelusuri hal-hal yang lebih disukai para pasien secara individual yang disusun bedasarkan rumah sakit secara regional dan nasional.

Posted May 30, 2011 by mochachamo in Uncategorized

Tugas VIII “MANAJEMEN PEMASARAN”   Leave a comment

Nama   :           Mochamad Febi Habibie

NIM    :           43110010140

“MANAJEMEN PEMASARAN”

TUGAS  VIII

SOAL

  1. Apa karakteristik produk dan bagaimana pemasar mengklasifikasikan produk tsb. ?
  2. Bagaimana perusahaan dapat mendiferensiasikan produknya ?
  3. Bagaimana cara perusahaan dapat membangun dan mengelola bauran produk dan lini produknya ?
  4. Bagaimana cara perusahaan mengkombinasikan produk-produk untuk menciptakan (merek bersama) atau (merek ramuan) yang kuat ?
  5. Bagaimana cara perusahaan menggunakan pengemasan, pelabelan, jaminan dan garansi sebagai alat pemasaran ?

JAWABAN

  1. Pemasar dapat mengklasifikasikan produk dengan berdasarkan :
  • Manfaat inti (core benefit), yaitu manfaat mendasar yang sesungguhnya dibeli/dirasakan oleh pelanggan. Contoh : Seorang tamu hotel membeli “untuk istirahat dan tidur”.
  • Produk dasar (basic product), yaitu pemasar mengubah manfaat inti menjadi produk dasar. Contoh : sebuah kamar hotel mencakup tempat tidur, kamar mandi, dan lemari pakaian.
  • Produk yang diharapkan (expected product), adalah suatu kondisi yang diharapkan oleh para pembeli ketika membeli produk itu. Contoh : tamu hotel mengharapkan ruangan yang rapih dan kamar mandi yang bersih serta ketenangan.
  • Produk yang ditingkatkan (augmented product), sesuatu yang melampaui harapan pelanggan. Contoh : suatu hotel meningkatkan produknya dengan menyertakan TV dengan alat pengendali jarak jauh, bunga segar, check-in yang cepat, makanan dan pelayanan yang baik.
  • Produk potensial (potential product), yaitu mencakup semua peningkatan dan transformasi yang pada akhirnya akan dialami oleh produk tsb. di masa yang akan datang. Contoh : kemunculan hotel-hotel yang seluruhnya berkamar suite dimana tamu menempati sekelompok kamar baru.

Karakteristik produk :

Daya Tahan dan keberwujudan, yaitu

Barang yang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang berwujud yang dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan. Contoh : minuman (coca-cola) dan sabun.

Barang tahan lama (durable goods) adalah barang yang dapat digunakan berkali-kali. Contoh : peralatan mesin dan pakaian.

Jasa (services), jasa bersifat tidak berwujud, tidak dapat dipisahkan dan mudah habis. Contoh : Jasa pangkas rambut dan reparasi.

Dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, tidak dapat dipisahkan, beragam, dapat dibedakan, daya tahan suatu produk

  1. Dengan mendiferensiasikan :
    1. Bentuk, yaitu bentuk produk, model, harga dan ukuran fisik produk berbeda dengan produk yang sejenis. Contoh : sepeda motor Honda meluncurkan produk baru dengan model body yang modern, harga yang terjangkau (system kredit), dan ukuran yang lebih ramping.
    2. Fitur : Perbedaan yang melengkapi fungsi dasar produknya. Contoh : sepeda motor Honda dilengkapi dengan bagasi yang cukup luas yang terletak di bawah jok, yang bisa terisi alat-alat perlengkapan bagi para penggunanya.
    3. Mutu kerja : Level berlakunya karakteristik dasar produk. Contoh : sepeda motor Honda (sperpackage)-nya dapat bertahan hingga lebih dari 20 tahun.
    4. Mutu kesesuaian : Tingkat pemenuhan semua unit yang diproduksi terhadap spesifikasi sasaran yang dijanjikan. Contoh : sepeda motor Honda sangat sesuai dengan keinginan para konsumen, yaitu seda motor yang irit bahan baker dan ramah lingkungan.
    5. Daya tahan : Ukuran usia produk yang diharapkan atas berjalannya produk dalam kondisi normal. Contoh : sepeda motor Honda dapat bertahan hingga abih dari 15 tahun untuk suku cadang beserta alat kelengkapan lainnya.
    6. Keandalan : Ukuran suatu produk tidak akan rusak/gagal pada periode waktu tertentu. Contoh : sepeda motor Honda telah teruji kualitasnya yaitu dapat bertahan hingga 1.000jam pemakaian secara terus menerus dan dapat menempuh jarak 100.000km.
    7. Mudah diperbaiki, contoh : sepeda motor Honda apabila terdapat gangguan atau kerusakan, dapat langsung diperbaiki di bengkel resmi Honda.
    8. Gaya : Menggambarkan penampilan dan perasaan yang ditimbulkan oleh suatu produk bagi para konsumen. Contoh : sepeda motor Honda meluncurkan produk baru dengan model motor beserta bodynya yang stylish dan trendy sehingga para konsumen tertarik hati untuk membelinya.
  1. Dengan cara memperhatikan atau mengacu pada konsep : (untuk bauran produk)
  • Lebar bauran, yaitu mengacu pada berapa banyak macam lini produk pada suatu perusahaan yang diluncurkan. Contoh : perusahaan sepeda motor Honda memiliki tambahan produk yaitu Honda genuine parts (sukucadang resmi Honda), services gratis pada bengkel resmi Honda.
  • Panjang bauran, yaitu mengacu pada jumlah unit produk dalam bauran produknya. Contoh : perusahaan sepeda motor Honda, memiliki Honda scoopy & beat untuk para wanita agar lebih mudah dalam mengendarai sepeda motor, Honda supra dan revo  untuk para konsumen yang ingin irit bahan bakarnya, Honda mega-pro & tiger untuk para lelaki yang ingin mendapatkan kecepatan yang tinggi dalam berkendara.
  • Kedalaman bauran, : mengacu pada berapa banyak varian yang ditawarkan tiap produk dalam lini tersebut. Contoh : pada perusahaan sepeda motor Honda dengan lini produk supra, terdapat Suprafit, SuprafitX, SupraX, SupraXXX, dan SupraX125.
  • Konsistensi bauran, yaitu mengacu pada seberapa erat hubungan berbagai lini produk dalam hal penggunaan akhir, persyaratan produksi, saluran distribusi dan hal lainnya. Contoh : perusahaan sepeda motor Honda konsisten dalam hubungan berbagai lini produk dengan berdasarkan keinginan dan keperluan konsumen, terdapat produk sepeda motor yang memberikan kenyamanan & kemudahan dalam berkendara, ramah lingkungan, irit bahan bakar, dan kendaraan yang cepat serta efisien waktu.
  1. Merek bersama (cobrand) atau bisa disebut dual branding yaitu dua atau lebih merek yang terkenal dikombinasikan dalam satu tawaran.

Perusahaan dapat mengkombinasikan produk-produk untuk menciptakan Merek    Bersama dengan cara :

  • Component cobranding, yaitu ketika suatu perusahaan mengiklankan produknya, perusahaan tersebut juga memakai produk lain. Contoh : ketika Volvo (merek mobil) mengiklankan bahwa Volvo menggunakan ban Michelin.
  • Same-company cobranding, contoh : ketika General Mills mengiklankan yogurt Trix/Yoplait.
  • Joint-venture cobranding, seperti lampu bohlam General Electric/Hitachi di Jepang dan kartu kredit Citibank Advantage yang disponsori oleh Citibank dan American Airlines.
  • Co-branding eceran, dimana 2 perusahaan eceran menggunakan lokasi yang sama sebagai cara mengoptimalkan ruang & laba, seperti kepemilikan bersama dari restoran cepat saji Pizzahut, KFC, & Taco Bell.
  • Dan, penyesuaian logis antara ke-2 merek seperti gabungan kegiatan merek/kegiatan pemasaran yang memaksimalkan kelebihan masing-masing sekaligus meminimalkan kekurangan mereka.

Sehingga terbentuk multiple-sponsor cobranding, yaitu merupakan suatu aliansi (merek bersama) yang terbentuk secara kuat. Seperti Taligent, yang merupakan aliansi teknologi antara Apple, IBM, dan Motorola

             Merek Ramuan : merupakan penentuan merek sendiri, dimana perusahaan mengiklankan dan memberikan merek              dagang pada unsur-unsur yang diberi merek mereka sendiri. Merek-merek ramuan berupaya menciptakan                                  kesadaran dan pilihan yang memadai untuk produk mereka yang tidak dibeli konsumen dalam jumlah besar yang                      tidak mengandung unsur itu.

  1. Dengan cara-cara :
  • Pengemasan : merupakan sebuah kegiatan yang merancang dan memproduksi wadah untuk produk. Kemasan yang dirancang dengan baik dapat menciptakan kenyamanan dan nilai promosi atau alat pemasaran. Kita harus memasukan pengemasan sebagai senjata pemberian gaya. Karena, kemasan merupakan hal pertama yang di hadapi oleh pembeli menyangkut produk dan mampu mengubah pembeli untuk membeli atau tidak membeli. Kemasan yang eektif harus melakukan banyak tugas penjualan :

a.   Menarik perhatian

  1. Menjelaskan fitur produk
  2. Menciptakan keyakinan konsumen
  3. Memberi kesan yang menyenangkan secara keseluruhan produk tersebut.

Untuk mencapai tujuan pemasaran merek dan memuaskan keinginan konsumen, komponen estetik dan fungsional harus dipilih secara cermat.serta pertimbangan estetis berhubungan dengan ukuran, warna, bentuk dll.inovasi produk serta rancangan struktual juga berperan sangat penting dalam pemasaran.

  • Pelabelan : berupa tempelan sederhana yang di tempelkan pada suatu produk yang merupakan bagian dari kemasan produk tersebut.

Fungsi label yaitu :

  1. Mengidentifikasikan produk
  2. Menunjukan kelas produk
  3. Menjelaskan produk ( siapa pembuatnya,di mana, kapan,dl )
  4. Mempromosikan produk

Teknologi baru memungkinkan label membugkus ketat seuruh wadah dengan tulisan-tulisan yang terang dan mengakomodasikan lebih banyak informasi produk pada kemasan .

  • Jaminan dan Garansi :

Jaminan : merupakan pernyataan formal dari kinerja produk yang diharapkan oleh pengusaha pabrik.  Jaminan di berikan sebelum pembeli membeli produk yang di jual oleh perusahaan. Perusahaan memberikan jaminan yang semenarik mungkin sehingga pembeli tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Contoh, Perusahaan Carrefour memberikan jaminan kepada para pelanggannya dengan memberikan tulisan “ apabila harga kami lebih mahal dari yang lain, kami akan mengembalikan uang anda 2 kali lipat”.

Garansi :  garansi anggapan untuk mengurangi presepsi risiko pembeli. Garansi ini menyatakan bahwa produk tersebut memiliki kinerja yang tinggi dan bahwa perusahaan tersebut dan kinerja layanannya dapat diandalkan. Produk bergaransi dapat dikembalikan kepada pabrik atau pusat servis yang ditunjuk untuk melakukan perbaikan , pergantian, atau pengembalian uang.

Posted May 23, 2011 by mochachamo in Uncategorized

Tugas VII “MANAJEMEN PEMASARAN”   Leave a comment

Nama   :           Mochamad Febi Habibie

NIM    :           43110010140

“MANAJEMEN PEMASARAN”

TUGAS VII

SOAL

  1. Apa faktor yang harus ditinjau oleh Perusahaan sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam suatu pasar asing ?
  2. Bagaimana Perusahaan dapat mengevaluasi dan memilih pasar asing tertentu untuk dimasuki ?
  3. Apa cara utama untuk memasuki pasar asing ?
  4. Sampai seberapa jauh Perusahaan harus menyesuaikan produk dan program pemasarannya dengan setiap negara asing ?
  5. Bagaimana perusahaan harus mengelola dan mengatur kegiatan internasionalnya ?

JAWABAN

  1. Faktor yang harus ditinjau oleh Perusahaan sebelum memutuskan masuk ke dalam Pasar Asing :
  • Perusahaan-perusahaan global lain(Pesaing) apakah menawarkan produk yang lebih baik atau harga yang lebih murah, dan apakah dapat menyerang pasar dalam negeri suatu perusahaan itu.
  • Meninjau apakah pasar asing menawarkan peluang laba yang lebih tinggi dari pada pasar dalam negeri ataupun sebaliknya.
  • Meninjau atau merencanakan basis pelanggan yang lebih besar untuk mencapai skala ekonomi yang lebih besar.
  • Meninjau apakah pelanggan perusahaan pergi keluar negeri dan membutuhkan layanan internasioal atau tidak.
  • Faktor politik, yaitu meninjau apakah keadaan politik dari suatu Negara sedang berjalan dengan lancar sehingga perusahaan pun dapat memasarkan produknya atau keadaan dari suatu Negara tersebut sedang kacau, sehingga peluang untuk menhasilkan profitpun akan sulit untuk dicapai
  • Faktor hukum, yaitu meninjau dan menyesuaikan dengan aturan-aturan yang berlaku pada suatu Negara sehingga kegiatan Perusahaan dapat berjalan dengan lancar.
  • Faktor budaya, yaitu menyesuaikan produk atau jasa dari suatu perusahaan terhadap prilaku masyarakat suatu negara sehingga produk/jasa tsb. Dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
  • Faktor ekonomi, yaitu meninjau dari segi kekuatan ekonomi apakah ekonomi dari suatu Negara itu sedang berjalan normal, bergejolak ataupun sedang berada masa puncaknya, dikarenakan untuk dapat memasarkan, mengembangkan, dan mendistribusikan barang/jasa suatu perusahaan tertentu dengan lancar.

2.      Dengan cara memperhatikan atau menganalisis, :

  • Karakteristik Demografis : ukuran populasi, tingkat pertumbuhan populasi, derajat urbanisasi, kepadatan penduduk, struktur usia dan kompoasisi populasi
  • Karakteristik Geografis : luas negara, karakteristik topografi, kondisi iklim.
  • Faktor-faktor ekonomi : GNP perkapita, distribusi pendapatan, tingkat pertumbuhan GNP, rasio investasi terhadap GNP
  • Faktor-Faktor tehnologi : tingkat ketrampilan tehnologi, tehnologi produksi yang ada, tehnologi konsumsi saat ini, tingkat pendidikan.
  • Faktor-faktor Sosiobudaya : nilai-nilai yang dominan, pola gaya hidup, kelompok etnik, fragmentasi bahasa.
  • Sasaran dan Rencana Nasional : prioritas industri, rencana investasi infrastruktur.
  • Perusahaan harus mendefinisikan tujuan dan kebijakan pemasaran internasionalnya.
  • Perusahaan harus menentukan jumlah Negara yang akan dimasuki.
  • Perusahaan juga harus memutuskan jenis Negara yang akan dimasuki dengan beberapa pertimbangan faktor, yaitu jenis produk, faktor geografis, pendapatan dan populasi, iklim politik, dan faktor-faktor lainnya.

 

3.      Cara utama untuk memasuki pasar asing

  • Ekspor Tidak Langsung Dan Langsung.

Memulai dengan ekspor tidak langsung, yaitu perusahaan tersebut bekerja melalui perantara indepeden pedagang ekspor berbasis dalam negeri (domestic based export merchant) membeli produk dari produsen dan kemudian menjualnya keluar negeri. Jadi perantara atau agen ini mencari dan menegosiasikan pembelian dari luar negeri dan mendapatkan komisi. Ekspor tidak langsung memiliki dua kelebihan, yaitu : membutuhkan ivestasi yang lebih kecil karea tidak perlu membentuk departemen ekspor, tenaga penjualan diluar negeri atatu beberapa mitra dagang luar negeri. Kedua, ekspor ini mengandung resiko yang lebih sedikit karena perantara pemasaran internasional membawa pengetahuan dan jasa kedalam hubungan tersebut.

Ekspor langsung, dimana perusahaan memutuskan untuk menangani ekspornya sendiri. Investasi dan resikona lebih besar, tetapi demikian juga potensi keuntungannya. Perusahaan dapat melakukan ekspor langsung dengan beberapa cara, yaitu :

ü  Departemen atau divisi ekspor berbasis dalam negeri

ü  Cabang penjualan atau anak perusahaan luar negeri

ü  Perwakilan penjualan ekspor yang bepergian

ü  Distributor atau agen berbasis luar negeri

  • Pemberian lisensi

Adalah cara paling sederhana bagi produsen untuk terlibat dalam pemasaran internasional, yakni pemberi lisensi (licensor) memberikan lisensi kepada perusahaan asing menggunakan proses produksi, merek dagang, paten, rahasia dagang atau sesuatu yang berharga lainnya dengan memperoleh bayaran (fee) atau royalty. Contoh lisensi coca cola. Waralaba (franchiser) merupakan bentuk pemberian lisensi yang lebih lengkap karena memberi konsep merk dan system operasi yang lebih lengkap. Misal : KFC

  • Usaha patungan

Investor asing dan local bergabung membentuk usaha patungan (joint venture) dimana mereka sama-sama mempunyai kepemilikan dan kendali.

  • Investasi Langsung

Kepemilikan langsung atas fasilitas atau produksi yang berbasis diluar negeri. Perusahaan asing dapat membeli sebagian atau keseluruhan kepemilikan perusahaan local ataupun dengan membangun fasilitasnya sendiri.

4.      Dengan menganalisis/merencanakan tentang memroduksi suatu produk yang berbeda-beda, :

  • Memproduksi produk versi regional dari produknya.
  • Memproduksi produk versi Negara dari produknya.
  • Memproduksi produk versi kota dari produknya.
  • Memproduksi produk versi eceran dari produknya.

5.      Dalam melakukan aktivitas pemasaran internasional terdapat dalam tiga cara;

  • Departemen Ekspor

Perusahaan terjun ke pemasaran internasional hanya melalui pengiriman barang. Jika penjualan internasionalnya berkembang, perusahaan membentuk departemen ekspor yang terdiri dari seorang manajer penjualan dan beberapa orang asisten. Bila penjualan meningkat departemen ekspor diperluas menjadi sub-sub departemen.

  • Divisi Internasional

Divisi internasional diorganisasikan dengan berbagai cara. Staf divisi internasional perusahaan terdiri dari para spesialis dalam pemasaran, manufaktur, riset, keuangan, perencanaan, dan sumber daya manusia, mereka merencanakan serta menyediakan pelayanan bagi berbagai unit operasi .

  • Organisasi Global

Dalam organisasi global, manajemen puncak dan staf perusahaan merencanakan fasilitas manufaktur, kebijakan pemasaran, arus finansial, dan sistem logistik di seluruh dunia. Unit-unit operasi global melapor langsung kepada kepala eksekutif atau komisi eksekutif yang dilatih untuk berpikir dengan membentuk wawasan secara global.

Posted May 16, 2011 by mochachamo in Uncategorized

Tugas VI “MANAJEMEN PEMASARAN”   Leave a comment

Nama   :           Mochamad Febi Habibie

NIM    :           43110010140

“MANAJEMEN PEMASARAN”

TUGAS VI

SOAL

  1. Apa tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengembangkan produk dan jasa baru?
  2. Apa struktur organisasi dan proses yang harus digunakan Manajer untuk mengelola pengembangan produk baru?
  3. Apa tahap utama dalam mengembangkan produk dan jasa baru?
  4. Apa cara terbaik untuk mengelola proses pengembangan produk baru?
  5. Apa faktor yang mempengaruhi tingkat difusi dan pemakaian konsumen terhadap produk dan jasa yang baru diluncurkan?

JAWABAN

  1. Tantangan dalam pengembangan produk baru dapat berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal).
  • Tantangan internal diantaranya biaya; SDM; fasilitas (peralatan) dan komitmen manajemen.
  • Tantangan eksternal diantaranya krisis multi dimensi; persaingan global; perkembangan teknologi (iptek) dan perkembangan tuntutan konsumen.

Beberapa karakteristik yang membuat pengembangan produk menjadi    menantang adalah:

1.Trade-offs :

Sebuah pesawat mungkin dapat dibuat lebih ringan, namun hal ini akan meningkatkan       biaya produksinya. Salah satu aspek yang paling sulit dari pengembangan produk          adalah mengenal, memahami, dan mengatur trade-off semacam ini untuk memaksimalkan keberhasilan sebuah produk.

2.Dinamis :

Proses pengembangan produk bisa menjadi sangat dinamis karena terkait dengan   berbagai isu eksternal antara lain: perkembangan teknologi, perubahan keinginan   konsumen, competitor, perubahan ekonomi makro, kebijakan pemerintah, dll.

3.Detail:

Pilihan antara penggunaan sekrup atausnapfits pada sebuahcasing bisa        mempengaruhi keuntungan milyaran rupiah. Dalam pengembangan sebuah produk,        bahkan yang sederhana sekalipun, bisa terjadi ribuan pengambilan keputusan    semacam ini.

4.Tekanan waktu:

Sebagian besar kesulitan akan mudah diselesaikan bila diberikan waktu yang cukup.          Namun sebuah project pengembangan produk umumnya tidak memiliki keleluasaan            waktu tersebut. Keputusan seringkali harus diambil segera tanpa informasi    yang cukup.

5.Ekonomi:

Pengembangan, produksi, dan menjual sebuah produk baru membutuhkan investasi             yang cukup besar. Untuk memperoleh hasil yang besar, produk tersebut harus di                 iterima baik oleh konsumen dan relatif tidak mahal untuk diproduksi.

2.      Struktur (model) Organisasi yang dapat digunakan manager, :

Struktur Sederhana :

Pemilik-Manajer membuat semua keputusan penting secara langsung dan mengawasi semua kegiatan, Sulit mempertahankan struktur ini ketika perusahaan tumbuh dalam hal ukuran dan kompleksitas.

Struktur Fungsional :

Satu tingkat di atas Struktur Sederhana, Cocok untuk perusahaan dengan usaha tunggal atau dominan, memungkinkan spesialisasi tugas : Produksi. Keuangan, Teknik, Akuntansi, Sales & Pemasaran, SDM. Mengatasi keterbatasan pemrosesan informasi pemilik/manajer tunggal. Kepala bagian fungsional bertanggung jawab kepada CEO yang menggabungkan keputusan dan tindakan dari sudut pandang perusahaan secara keseluruhan.

Struktur Multi-Divisional :

Tiap divisi beroperasi sebagai usaha yang terpisah, Cocok untuk related-diversified businesses, Tugas kunci manajer perusahaan adalah memanfaatkan sinergi antar divisi, Manajer menggunakan kombinasi pengawasan stratejik dan keuangan, Manajer berusaha menemukan keseimbangan antara:

Persaingan antar divisi untuk memperoleh sumber kapital yang langka dan,

Menciptakan peluang kerja sama untuk mengembangkan sinergi, Tujuannya adalah untuk memaksimalkan kinerja keseluruhan perusahaan

Model-Tradisional

Model struktur tradisional secara esensial adalah piramid. Piramit dapat menunjukan suatu kombinasi hirarki berbagai modul yang didasarkan pada konsep-konsep desain organisasi tradisional. Masing-masing tingkatan hirarkis menggambarkan segmen struktur (satuan kerja, departemen, divisi, bagian, dan sebagainya) dan hubungan-hubungan pekerjaan atasan-bawahan.

Model-Hubungan Manusiawi, :

Model hubungan manusiawi secara eksplisit mengakui bahwa orang tidaklah selalu bertindak persis segaris dengan posisi-posisi dan hubungan-hubungan menurut struktur formalnya. Walaupun model hubungan manusiawi mengukapkan ketidak sempurnaan tetapi struktur hubungan manusiawi tidak menyarankan struktur hubungan manusiawi tidak menyarankan struktur formalnya dimodifikasi.

Model-SumberDayaAlam
Konsep model sumber daya manusia ini mencoba memaksimumkan fleksibilitas baik dalam maupun di antara posisi-posisi yang berinteraksi. Hubungan peranan atasan dan bawahan tersebut telah digambarkan oleh Likert, dimana suatu organisasi yang efektif sebagai sesuatu yang terbentuk dari kelompok yang saling mengkait, dengan melalui bermacam-macam posisi.Struktur organisasi lainnya yang segaris dengan implikasi sumber daya manusia dan menganut rangkaian fungsional silang, Likert adalah tim proyek(proct team) struktur ini biasa digunakan dalam organisasi yang mempunyai teknologi tinggi.

Proses untuk mengelola pengembangan Produk Baru

  • Pemunculan Ide – Idea Generation

Proses pengembangan produk baru berawal dari pencarian ide. Ide produk             baru     dapat berasal dari sejumlah sumber, misalnya departemen riset dan            pengembangan,           konsumen, ilmuwan, pesaing, karyawan (terutama           wiraniaga), anggota saluran    distribusi (distributor), dan manajemen puncak.

  • Tahap Penyaringan Ide – Screening

Tahap penyaringan ide terdiri atas sejumlah aktivitas yang dirancang untuk mengevaluasi suatu konsep produk baru. Konsekuensinya, akan ada banyak konsep baru yang dieliminasi dalam tahap ini

  • ·         Pengembangan Produk – Product Development

Ide-ide yang menarik harus disempurnakan menjadi konsep produk yang dapat diuji. Ada perbedaan antara ide produk, konsep produk, dan citra produk. Yang dinamakan ide produk adalah produk yang mungkin ditawarkan perusahaan ke pasar. Konsep produk merupakan versi yang lebih rinci dari suatu ide yang dinyatakan dalam istilah yang dimengerti konsumen. Sedangkan citra produk ialah gambaran khusus yang diperoleh konsumen mengenai produk yang masih potensial ataupun yang sudah aktual

  • ·         Pengujian Pasar/Produk – Product Testing / Market Testing

Tujuan tahap ini adalah untuk:

(1) memberikan penilaian yang lebih rinci mengenai peluang sukses produk baru,
(2) mengidentifikasi penyesuaian-penyesuaian akhir yang dibutuhkan untuk produk,
(3) menetapkan elemen-elemen penting dalam program pemasaran yang akan digunakan untuk memperkenalkan produk di pasar.

  • ·         Analisis Bisnis – Business Analysis

Tujuan analisis bisnis adalah untuk mendapatkan gambaran sekomprehensif mungkin tentang dampak finansial yang dapat diperoleh dari memperkenalkan suatu produk baru.

  • ·         Komersialisasi – Commercialization

Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar.

3.      Tahapan-tahapan Utama Pengembangan PRODUK BARU :

  • Opportunity Identification (menganalisis peluang), Market definition (membuat uraian pasar) , Idea generation (ide untuk jangka panjang).
  • Design (membuat rancangan produk baru), Customer needs (kebutuhan/keinginan pelanggan), Sales forecasting, Product positioning (target/penempatan produk), Engineering, Marketing mix
  • Testing (menguji produk baru), Advertising (meng-iklankan produk), and product testing, Pretest and prelaunch forecasting, Test marketing
  • Introduction (memperkenalkan produk/jasa melalui promosi), Launch planning (rencana memunculkan suatu produk baru), Tracking the launch.
  • Life Cycle Management, Market response analysis, Competetive monitoring and defense, Innovation at maturity .

4,  Perusahaan dapat mengelola produk baru dengan cara, :

Sistem MAP, adalah cara yang sangat sederhana namun efektif pengorganisasian untuk inovasi produk baru dengan melihat berbeda pada keterampilan dan alat-alat yang sudah ada dalam setiap organisasi, tetapi terlalu sering kurang dimanfaatkan atau tidak digunakan sama sekali.

Elemen-elemen kunci meliputi:

  • M – untuk Ukur, Mengelola, dan Memotivasi
  • A – untuk Sikap yang menciptakan Budaya Cerdas-Mengambil Risiko
  • P – untuk Rencana, Proses, dan Orang

5.      Faktor yang mempengaruhi tingkat difusi dan pemakaian konsumen terhadap pemakaian atau penggunaan produk yang baru di luncurkan oleh suatu perusahaan, adalah,:

  1. a.         Kerumitan (complexity) : tingkat kesulitan yang teribat dalam pemahamanda
    penggunaan produk baru, maka makin rumit produk tersebut , dan makin    lamban proses             penyebarannya.
    b.         Kesesuaian (compatibility) : tingkat dimana suatu produk konsisten dengan            nilai yang ada dan dengan pengetahuan tentang produk , pengalaman    masa lalu , dan kebutuhan saat ini.
    c.         Keuntungan Relatif (relatif advantage) :                                                                    tingkat dimana produk tersebut dianggap lebih baik dari produk yang ada.
    d.         Pengamatan (observability) : tingkat dimana manfaat atau hasil lainnya dari            penggunaan produk dapat diamati oleh pihak lainnya dan dikonsumsikan ke       target   konsumen.
    e.         Dapat Dicoba (trialability) : tingkat dimana suatu produk dapat dicoba pada           batas tertentu.

Posted May 9, 2011 by mochachamo in Uncategorized